Lembar Kerja Evaluasi
Lembar Kerja Evaluasi (LKE) WBK Inspektorat
| A. | PENGUNGKIT | 60.00 | PILIHAN | JAWABAN | NILAI | % | URAIAN JAWABAN | BUKTI | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| I. | PEMENUHAN | 30.00 | ||||||||||
| 1. | Managemen Perubahan | 4 | ||||||||||
| i. | Penyusunan Tim Kerja | 0.5 | ||||||||||
| a. | Unit kerja telah membentuk tim untuk melakukan pembangunan Zona Integritas | Y/T | Ya | 1 | Inspektorat telah membentuk tim untuk melakukan pembangunan Zona Integritas | SK Tim Pembangunan ZI Inspektorat Tahun 2026 | ||||||
| b. | Penentuan anggota Tim dipilih melalui prosedur/mekanisme yang jelas | A/B/C | A | 1 | Inspektorat dalam Penentuan anggota Tim dipilih melalui prosedur/mekanisme yang jelas | SK Tim Pembangunan ZI Inspektorat Tahun 2026 | ||||||
| ii. | Rencana Pembangunan Zona Integritas | 1 | ||||||||||
| a. | Terdapat dokumen rencana kerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM | Y/T | Ya | 1 | Inspektorat telah membuat rencana kerja SI | Rencana Kerja ZI Inspektorat | ||||||
| b. | Dalam dokumen pembangunan terdapat target-target prioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan WBK/WBBM | A/B/C | A | 1 | Terdapat target prioritas sesuai dengan tujuan pembangunan WBK/WBBM di dalam documen rencana kerja | Dokumen Rencana Kerja ZI Inspektorat | ||||||
| c. | Terdapat mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan WBK/WBBM | A/B/C | A | 1 | Sudah terdapat mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan WBKWBBM | SE Gratifikasi Idul Fitri 2026 WA Blast | ||||||
| iii. | Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM | 1 | ||||||||||
| a. | Seluruh kegiatan pembangunan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana | A/B/C/D | A | 1 | Kegiatan pembangunan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana | Laporan Kegiatan Evaluasi SAKIP Laporan SP4N LAPOR! TW I | ||||||
| b. | Terdapat monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan Zona Integritas | A/B/C/D | A | 1 | Inspektorat telah melakukan monev pembangunan ZI yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan melalui kegiatan dialog kinerja | Lap. Dialog Kinerja Januari 2026 Lap. Dialog Kinerja Februari 2026 Lap. Dialog Kinerja Maret Lap. Dialog Kinerja April | ||||||
| c. | Hasil Monitoring dan Evaluasi telah ditindaklanjuti | A/B/C/D | A | 1 | Hasil monitoring dan evaluasi telah ditindaklanjuti | Rencana Kerja | ||||||
| iv. | Perubahan pola pikir dan budaya kerja | 1.5 | ||||||||||
| a. | Pimpinan berperan sebagai role model dalam pelaksanaan Pembangunan WBK/WBBM | Y/T | Ya | 1 | Inspektur berperan sebagai role model dalam pelaksanaan Pembangunan WBK | SK Role Model Inspektorat Tahun 2026 | ||||||
| b. | Sudah ditetapkan agen perubahan | A/B/C | A | 1 | Inspektorat telah menetapkan 2 orang agen perubahan dari Auditor Madya | SK Agen Perubahan Inspektorat Tahun 2026 | ||||||
| c. | Telah dibangun budaya kerja dan pola pikir di lingkungan organisasi | A/B/C | A | 1 | Budaya Berja dan pola pikir telah dibangun | Laporan Hasil Evaluasi Kapabilitas APIP Inspektorat tahun 2025 Tanggapan kapabilitas APIP | ||||||
| d. | Anggota organisasi terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM | A/B/C/D | A | 1 | Pegawai di unit kerja Inspektorat terlbat dalam pembanguna ZI menuju WBK sesuai dengan pembagian tugas di dalam SK Tim ZI Inspektorat tahun 2026 | SK TIm ZI Inspektorat 2026 | ||||||
| 2. | PENATAAN TATALAKSANA | 3.5 | ||||||||||
| i. | Prosedur Operasional Tetap (SOP) Kegiatan Utama | 1 | ||||||||||
| a. | SOP mengacu pada peta proses bisnis instansi | A/B/C/D | A | 1 | SOP Pengawasan telah sesuai bisnis proses pada Inspektorat sebagai unit kerja yang berfungsi sebagai unit pengawasan | SOP dai e-SOP dan dokumen Proses Bisnis | ||||||
| b. | Prosedur operasional tetap (SOP) telah diterapkan | A/B/C/D/E | A | 1 | SOP telah diterapkan dalam kegiatan pengawasan baik audit, reviu, evaluasi maupun penegakan budaya anti korupsi sesuai peran dan fungsi inspektorat | Persekjen No. 5 Tahun 2022 tentang Penerapan SOP elektronik | ||||||
| c. | Prosedur operasional tetap (SOP) telah dievaluasi | A/B/C/D/E | A | 1 | SOP telah dilakukan evaluasi | SOP telah dilakukan evaluasi | ||||||
| ii. | Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) | 2 | ||||||||||
| a. | Sistem pengukuran kinerja unit sudah menggunakan teknologi informasi | A/B/C | A | 1 | Pengukuran kinerja melalui ASN digital | SKP e-Kinerja BKN Inspektur | ||||||
| b. | Operasionalisasi manajemen SDM sudah menggunakan teknologi informasi | A/B/C | A | 1 | Operasional manajemen SDM sudah menggunakan sistem informasi berupa yaitu untuk layanan pelaporan kinerja melalui E-Kinerja BKN | Laporan Kinerja dari E-Kinerja BKN | ||||||
| c. | Pemberian pelayanan kepada publik sudah menggunakan teknologi informasi | A/B/C | A | 1 | Pelayanan kepada publik sudah menggunakan teknologi informasi | terdapat akses pelaporan melalui SP4N-LAPOR! Aplikasii EBS | ||||||
| d. | Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik | A/B/C | A | 1 | Telah dialakukan evaluasi pemanfaatan teknologi berupa SIKD oleh arsiparis Mahkamah Konstitusi secara berkala | SS Respon Time SIKD | ||||||
| iii. | Keterbukaan Informasi Publik | 0.5 | ||||||||||
| a. | Kebijakan tentang keterbukaan informasi publik telah diterapkan | A/B/C | A | 1 | Telah diterapkan kebijakan tentang keterbukaan informasi publik | Persekjen No. 3 Tahun 2013 tentang Pelayanan Informasi Publik di MK | ||||||
| b. | Telah dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik | A/B/C | A | 1 | Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik telah dilakukan melalui pengumuman LHKPN | Laporan LHKPN MK Tahun 2025 | ||||||
| 3. | PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR | 5 | ||||||||||
| i. | Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi | 0.25 | ||||||||||
| a. | Kebutuhan pegawai yang disusun oleh unit kerja mengacu kepada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja untuk masing-masing jabatan | Y/T | Ya | 1 | Kebutuhan pegawai disusun berdasarkan analisis jabatan dan berdasarkan beban kerja pengawasan yang dihitung sesuai dengan PKPT Tahunan. Jumlah Formasi PFA telah mendapat persetujuan Instansi Pembina dan KemenpanRB | Laporan GAP Kompetensi APIP | ||||||
| b. | Penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan | A/B/C/D | A | 1 | Recruitmen murni terkahir dilaksanakan tahun 2019 | SK Pengangkatan Auditor | ||||||
| c. | Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap penempatan pegawai rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan jabatan dalam organisasi telah memberikan perbaikan terhadap kinerja unit kerja | Y/T | Ya | 1 | Evaluasi Gap Kompetenasi dilaksanakan secara berkala | Lap. GAP Kompetensi APIP | ||||||
| ii. | Pola Mutasi Internal | 0.5 | ||||||||||
| a. | Dalam melakukan pengembangan karier pegawai, telah dilakukan mutasi pegawai antar jabatan | Y/T | 0 | Untuk PFA tidak dilakukan mutasi, namun untuk struktural di Inspektorat (Inspektur) | SK Mutasi Inspektur | |||||||
| b. | Dalam melakukan mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan | A/B/C/D/E | A | 1 | Mutasi dan Promosi dilaksanakan menggunakan bantuan Aplikasi Manajemen Talenta | Screenshot aplikasi Manajemen Talenta | ||||||
| c. | Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja | Y/T | Ya | 1 | Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi untuk perbaikan kinerja telah dilakukan secara berkala | SK Mutasi Inspektur | ||||||
| iii. | Pengembangan pegawai berbasis kompetensi | 1.25 | ||||||||||
| a. | Unit Kerja melakukan Training Need Analysis Untuk pengembangan kompetensi | Y/T | Ya | 1 | Inspektorat telah menyusun TNA utuk setiap pengembangan kompetensi pegawai | Pemetaan Kebutuhan Pengembangan Kompetensi ASN di Inspektorat TA 2026 | ||||||
| b. | Dalam menyusun rencana pengembangan kompetensi pegawai, apakah mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai | A/B/C/D | A | 1 | Rencana penyusunan pengembangan kompetensi pegawai telah mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai | Usulan Rencana Diklat dan Pelatihan Inspektoat T.A 2026 | ||||||
| c. | Tingkat kesenjangan kompetensi pegawai yang ada dengan standar kompetensi yang ditetapkan untuk masing-masing jabatan | A/B/C/D | A | 1 | Dilakukan analisis Gap Kompetensi secara berkala | Laporan Gap Kompetensi Inspektorat 2025 | ||||||
| d. | Pegawai di Unit Kerja telah memperoleh kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya | A/B/C/D | A | 1 | Pegawai telah memperoleh hak/kesempatan untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya | 01. ST Diklatpim IV a.n Dewi 02. Sertifikat PKP a.n Dewi 03. ST Diklat dan pelatihan Auditor selama 2025 04. Sertifikat Diklat dan Pelatihan Auditor 2025 | ||||||
| e. | Dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi, unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada pegawai (seperti pengikutsertaan pada lembaga pelatihan, in-house training, coaching, atau mentoring) | A/B/C/D | A | 1 | Inspektorat secara aktif mengembangkan kompetensi pegawai melalui berbagai metode seperti pengiriman ke lembaga pelatihan eksternal, penyelenggaraan in-house training, serta implementasi program coaching dan mentoring, guna memastikan peningkatan kapasitas SDM yang selaras dengan kebutuhan jabatan dan tujuan organisasi. | Pengembangan pegawai berbasis kompetensi | ||||||
| f. | Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil pengembangan kompetensi dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja | A/B/C | A | 1 | Monitoring dan evaluasi terhadap hasil pengembangan kompetensi untuk perbaikan kinerja telah dilakukan melalui diklat PIM, Program Akademi Talenta ASN, dan diklat auditor madya | 1. Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi (pemilihan peserta Diklat PIM dan Program Akademi Talenta ASN) 2. Laporan Diklat Auditor Madya | ||||||
| iv. | Penetapan kinerja individu | 2 | ||||||||||
| a. | Terdapat penetapan kinerja individu yang terkait dengan perjanjian kinerja organisasi | A/B/C/D | A | 1 | Penetapan Kinerja Individu dilakukan melalui PKPT | PKPT tahun 2026 | ||||||
| b. | Ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya | A/B/C/D | A | 1 | PK Auditor merupakan turunan dari PK Inspektur | 1. PK Inspektur tahun 2026 2. PK Dalnis tahun 2026 3. PK Auditor tahun 2026 | ||||||
| c. | Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodik | A/B/C/D/E | A | 1 | Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodik setiap bulan | Laporan Pengukuran Kinerja Inspektorat Januari - Februari 2026 | ||||||
| d. | Hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian reward | Y/T | Ya | 1 | Pemberian reward kepada pegawai yang memiliki kinerja baik | 1. Piagam Penghargaan Pejabat Fungsional Teladan I a.n Dhita Cantika | ||||||
| v. | Penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai | 0.75 | ||||||||||
| a. | Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah dilaksanakan/diimplementasikan | A/B/C/D | A | 1 | Inepektorat MK telah secara konsisten mengimplementasikan aturan disiplin, kode etik, dan kode perilaku sebagai bagian integral dari tata kelola organisasi, dengan mekanisme penegakan yang jelas untuk menjamin kepatuhan seluruh pegawai terhadap nilai-nilai integritas dan standar pelayanan publik. | 1. Peraturan Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Nomor 12 Tahun 2026 Tentang Disiplin Kehadiran Pegawai di Lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi | ||||||
| vi. | Sistem Informasi Kepegawaian | 0.25 | ||||||||||
| a. | Data informasi kepegawaian unit kerja telah dimutakhirkan secara berkala | A/B/C | A | 1 | Data informasi kepegawaian di Inspektorat telah diperbarui secara berkala | 1. Penyampaian Edaran Pemutakhiran Data Mandiri pada MyASN bagi para 2. Pemutakhiran Data Mandiri pada MyASN 3. Bukti Skor pembaruan data telah dilakukan secara lengkap (skor 100) di myasn 4. Dashboard Kepegawaian Inspektorat | ||||||
| 4. | PENGUATAN AKUNTABILITAS | 5 | ||||||||||
| i. | Keterlibatan pimpinan | 2.5 | ||||||||||
| a. | Unit kerja telah melibatkan pimpinan secara langsung pada saat penyusunan perencanaan | A/B/C | A | 1 | Unit kerja Inspektorat melibatkan pimpinan secara langsung dalam setiap tahap penyusunan perencanaan, mulai dari rencana strategis hingga rencana operasional. Dalam prosesnya, dilakukan dialog kinerja dan kegiatan seperti coffee morning untuk membahas arah strategis, memberikan masukan mendalam, serta memvalidasi target dan indikator kinerja. Pendekatan ini memastikan dokumen perencanaan yang dihasilkan bersifat menyeluruh, realistis, dan selaras dengan visi serta misi organisasi, sekaligus memperkuat komitmen pimpinan dalam mendukung keberhasilan program dan meningkatkan akuntabilitas manajerial di semua tingkatan Unit kerja Inspektorat. | Lap. Dialog Kinerja Januari 2026 Lap. Dialog Kinerja Februari 2026 Lap. Dialog Kinerja Maret 2026 Lap. Dialog Kinerja April 2026 Lap. Dialog Kinerja Mei 2026 | ||||||
| b. | Unit kerja telah melibatkan secara langsung pimpinan saat penyusunan penetapan kinerja | A/B/C | A | 1 | Unit Kerja Inspektorat secara aktif melibatkan pimpinan (Inspektur) dalam proses penyusunan dan penetapan kinerja untuk memastikan harmonisasi antara target individu dan tujuan strategis organisasi, sekaligus memperkuat akuntabilitas kinerja di setiap tingkat dari auditor dan TU Inspektorat. | PK 2026_Inspektur.1 PK 2026_Inspektur.2 Renaksi 2026_Inspektur | ||||||
| c. | Pimpinan memantau pencapaian kinerja secara berkala | A/B/C/D | A | 1 | Pimpinan Unit Kerja Inspektorat secara proaktif melakukan pemantauan rutin terhadap pencapaian kinerja melalui evaluasi bulanan. Langkah ini bertujuan memastikan kesesuaian antara realisasi target dan rencana strategis, mengidentifikasi kendala, serta mengambil tindakan korektif yang diperlukan untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan organisasi. | Lap. Dialog Kinerja Januari 2026 | ||||||
| ii. | Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja | 2.5 | ||||||||||
| a. | Dokumen perencanaan kinerja sudah ada | Y/T | Ya | 1 | Unit Inspektorat telah menyusun dokumen perencanaan kinerja yang menyeluruh, mencakup target, indikator, serta strategi pencapaian yang terukur dan sejalan dengan tujuan strategis organisasi. | PKPT 2026 RKT Inspektur | ||||||
| b. | Perencanaan kinerja telah berorientasi hasil | Y/T | Ya | 1 | Perencanaan kinerja Unit Inspektorat dirancang dengan pendekatan berorientasi hasil, menetapkan target-output yang terukur, indikator outcome yang memiliki dampak nyata, serta mengalokasikan sumber daya secara efektif untuk memastikan pencapaian tujuan organisasi secara konkret. | IKU 2025-2029 | ||||||
| c. | Terdapat penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) | Y/T | Ya | 1 | Unit Inspektorat telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang spesifik, terukur, dan selaras dengan sasaran strategis organisasi guna memastikan pencapaian kinerja yang efektif dan terarah | PKPT 2026 | ||||||
| d. | Indikator kinerja telah telah memenuhi kriteria SMART | A/B/C/D | A | 1 | Indikator kinerja Unit Inspektorat dirancang sesuai dengan kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dengan menetapkan target yang jelas, terukur, realistis, relevan dengan tujuan organisasi, serta memiliki batas waktu pencapaian yang tegas | SK Sekjen tentang IKU 2025-2029 | ||||||
| e. | Laporan kinerja telah disusun tepat waktu | Y/T | Ya | 1 | Unit Inspektorat menyusun laporan kinerja tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan, mencakup pencapaian target, analisis kendala, serta rekomendasi perbaikan, untuk memenuhi akuntabilitas kinerja dan mendukung pengambilan keputusan pimpinan | Lakip Inspektorat | ||||||
| f. | Laporan kinerja telah memberikan informasi tentang kinerja | A/B/C | A | 1 | Laporan kinerja Unit Inspektorat menyajikan informasi mengenai pencapaian kinerja selama periode tertentu. Dokumen ini mencakup berbagai indikator, realisasi target, serta evaluasi terhadap program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, menjadi acuan penting untuk perbaikan dan peningkatan kinerja di tahun berikutnya | LAKIP Inspektorat | ||||||
| g. | Terdapat sistem informasi/mekanisme informasi kinerja | Y/T | Ya | 1 | Unit Inspektorat memiliki sistem atau mekanisme informasi kinerja yang berfungsi untuk memantau, mencatat, dan melaporkan capaian kinerja, baik pada tingkat individu maupun unit kerja. | PKPT Lap. Kinerja Auditor | ||||||
| h. | Unit kerja telah berupaya meningkatkan kapasitas SDM yang menangangi akuntabilitas kinerja | A/B/C | A | 1 | Unit Inspektorat telah berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang bertanggung jawab atas akuntabilitas kinerja melalui berbagai langkah, seperti pelatihan, pendampingan, dan penguatan kompetensi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan SDM memiliki pemahaman yang menyeluruh dalam penyusunan, pengukuran, dan pelaporan kinerja sesuai standar akuntabilitas yang berlaku. Dengan demikian, diharapkan kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban kinerja di lingkungan Unit Inspektorat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan | Lap. Diklat Auditor Muda SK Tugas Belajar | ||||||
| 5. | PENGUATAN PENGAWASAN | 7.5 | ||||||||||
| i. | Pengendalian Gratifikasi | 1.5 | ||||||||||
| a. | Telah dilakukan public campaign tentang pengendalian gratifikasi | A/B/C | A | 1 | Telah dilakukan public campaign terkait pengendalian gratifikasi dengan penyebaran pesan melalui aplikasi terkait Surat Edaran Pencegahan Gratifikasi Terkait Hari Raya serta video Jaga Integritas dan Pencegahan Gratifikasi pada Youtube MKRI | SE Imbauan Gratifikasi Hari Raya 2026 Public Campaign SE Gratifikasi Public Campaign Video Gratifikasi | ||||||
| b. | Pengendalian gratifikasi telah diimplementasikan | A/B/C/D | A | 1 | Inspektorat melakukan pengendalian gratifikasi dengan melakukan penerimaan laporan gratifikasi, pengolahan laporan gratifikasi, serta menindaklanjuti laporan gratifikasi. Selain itu, Inspektorat juga melakukan monitoring terkait proses tindaklanjut laporan gratifikasi secara triwulan | Laporan Monitoring Pelaporan Gratifikasi Tahun 2025 Persekjen Pedoman Pengendalian Gratifikasi SK tentang Unit Pengendalian Gratifikasi | ||||||
| ii. | Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) | 1.5 | ||||||||||
| a. | Telah dibangun lingkungan pengendalian | A/B/C/D/E | A | 1 | SK SPIP /PK dan PM | SK Tim SPIP SK Tim SPIP PK dan PM tahun 2025 | ||||||
| b. | Telah dilakukan penilaian risiko atas pelaksanaan kebijakan | A/B/C/D/E | A | 1 | telah dilakukan penilaian maturitas SPIP yang didalamnya telah dilakukan penilaian risiko atas pelaksanaan kebijakan | Laporan Hasil Penilaian Mandiri SPIP tahun 2025 Pernyataan Telah Dilakukan Penjaminan Kualitas | ||||||
| c. | Telah dilakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasi | A/B/C | A | 1 | telah dilakukan penilaian maturitas SPIP yang di dalamnya dilakukan penilaian terkait kegiatan pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasi | Laporan Hasil penilaian Mandiri maturitas SPIP | ||||||
| d. | SPI telah diinformasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait | A/B/C | A | 1 | Penilaian maturitas SPIP telah dilaksanakan dan menginformasikan bahwa Sistem Pengendalian Intern (SPI) telah disampaikan serta dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait secara menyeluruh | Laporan Hasil penilaian Mandiri maturitas SPIP | ||||||
| iii. | Pengaduan Masyarakat | 1.5 | ||||||||||
| a. | Kebijakan Pengaduan masyarakat telah diimplementasikan | A/B/C | A | 1 | Kebijakan Pengaduan Masyarakat telah diimplementasikan dalam bentuk SK Sekjen dan telah dilakukan inovasi Pengaduan Masyarakat sesuai dengan karakteristik unit kerja | Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat SK Tim Penanganan Pengaduan Pelanggaran | ||||||
| b. | pengaduan masyarakat dtindaklanjuti | Y/T | Ya | 1 | Pengaduan masyarakat yang memenuhi kriteria pengaduan telah di tindaklanjuti | Lap monev dumas Sms I 2025 Lap monev dumas Sms II 2025 | ||||||
| c. | Telah dilakukan monitoring dan evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakat | A/B/C | A | 1 | Pengaduan masyarakat dimonitoring dan evaluasi secara berkala | Hasil Monev 2024 dari Kemenpan TL Hasil Monev LAPOR! 2024 MK | ||||||
| d. | Hasil evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakat telah ditindaklanjuti | A/B/C | A | 1 | Telah dilakukan tindak lanjut atas evaluasi pengaduan masyarakat | TL Hasil Monev LAPOR! 2024 MK | ||||||
| iv. | Whistle-Blowing System | 1.5 | ||||||||||
| a. | Whistle Blowing System telah diterapkan | Y/T | Ya | 1 | WBS telah di implementasikan | Lap WBS Semester I 2025 Lap WBS Semester II 2025 | ||||||
| b. | Telah dilakukan evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System | A/B/C | A | 1 | Telah dilakukan evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System | Lap WBS Semester I 2025 Lap WBS Semester II 2025 | ||||||
| c. | Hasil evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti | A/B/C | A | 1 | Hasil evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti | Lap WBS Semester I 2025 Lap WBS Semester II 2025 | ||||||
| v. | Penanganan Benturan Kepentingan | 1.5 | ||||||||||
| a. | Telah terdapat identifikasi/pemetaan benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama | A/B/C/D | A | 1 | Persekjen MK Nomor 40 Tahun 2021 tentang Kode Etik dan Perilaku Pegawai Mahkamah Konstitusi telah menjelaskan bahwa Pegawai dilarang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan para pihak yang memiliki kepentingan langsung maupun tidak langsung dalam penanganan perkara di Mahkamah Konstitusi, kecuali dalam hal pelaksanaan tugas dinas dengan tetap menjaga integritas dan independensi lembaga Mahkamah Konstitusi. | Persekjen ttg Kode Etik Pegawai | ||||||
| b. | Penanganan Benturan Kepentingan telah disosialisasikan/internalisasi | A/B/C/D | A | 1 | Telah disusun Kebijakan Penanganan Benturan Kepentingan dan Kode Etik Pegawai yang disosialisasikan secara internal | Sosialisasi Kebijakan pada Dashboard | ||||||
| c. | Penanganan Benturan Kepentingan telah diimplementasikan | A/B/C/D | A | 1 | Telah dilakukan monitoring atas penanganan benturan kepentingan | Laporan Monitoring Penanganan BK Sem I 2025 Laporan Monitoring Penanganan BK Sem II 2025 | ||||||
| d. | Telah dilakukan evaluasi atas Penanganan Benturan Kepentingan | A/B/C | A | 1 | Telah dilakukan monitoring atas penanganan benturan kepentingan | Laporan Monitoring Penanganan BK Sem I 2025 Laporan Monitoring Penanganan BK Sem II 2025 | ||||||
| e. | Hasil evaluasi atas Penanganan Benturan Kepentingan telah ditindaklanjuti | A/B/C | A | 1 | Berdasarkan hasil monitoring, belum terdapat aktivitas penanganan benturan kepentingan, sehingga dianggap telah sesuai | Laporan Monitoring Penanganan BK Sem I 2025 Laporan Monitoring Penanganan BK Sem II 2025 | ||||||
| 6. | PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK | 5 | ||||||||||
| i. | Standar Pelayanan | 1 | ||||||||||
| a. | Terdapat kebijakan standar pelayanan | A/B/C/D/E | A | 1 | Telah tersedia Persekjen No. 5.1 Tahun 2022 Tentang Pedoman Standar Pelayanan Publik terkait Pengaduan Masyarakat | Persekjen No. 5.1 Tahun 2022 | ||||||
| b. | Standar pelayanan telah dimaklumatkan | A/B/C/D | A | 1 | Persekjen No. 5.1 Tahun 2022 Tentang Pedoman Standar Pelayanan Publik terkait Pengaduan Masyarakat di laman MK | SC Persekjen No 5.1 Tahun 2022 | ||||||
| c. | Dilakukan reviu dan perbaikan atas standar pelayanan | A/B/C/D | A | 1 | Perbaikan atas standar pelayanan dalam proses | ND perbaikan standar pelayanan | ||||||
| d. | telah melakukan publikasi atas standar pelayanan dan maklumat pelayanan | Y/T | Ya | 1 | Maklumat pelayanan telah dipublikasi di laman MK | SC maklumat pelayanan | ||||||
| ii. | Budaya Pelayanan Prima | 1 | ||||||||||
| a. | Telah dilakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan dan/atau kompetensi tentang penerapan budaya pelayanan prima | A/B/C/D/E | A | 1 | Telah dilakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan dan/atau kompetensi tentang penerapan budaya pelayanan prima melalui Bimtek | Undangan Bimtek pelayanan prima | ||||||
| b. | Informasi tentang pelayanan mudah diakses melalui berbagai media | A/B/C/D | A | 1 | Masyarakat menyampaikan pengaduan melalui: a. Website Resmi: melalui situs www.lapor.go.id; b. Aplikasi Android atau iOS "SP4N Lapor"; c. SMS: Mengirim pesan ke nomor 1708; d. Media Sosial: Twitter/X di @lapor1708; dan e. Kunjungan Langsung secara offline. | Laporan hasil monev sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik | ||||||
| c. | Telah terdapat sistem pemberian penghargaan dan sanksi bagi petugas pemberi pelayanan | A/B/C/D | A | 1 | Telah terdapat pemberian penghargaan dan sanksi bagi petugas pemberi pelayanan | Maklumat pelayanan publik | ||||||
| d. | Telah terdapat sistem pemberian kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar | A/B/C/D | A | 1 | Telah terdapat sistem pemberian kompensasi kepada penerima layanan bila layanan tidak sesuai standar | Maklumat pelayanan publik | ||||||
| e. | Terdapat sarana layanan terpadu/terintegrasi | A/B/C/D | A | 1 | Telah terdapat sarana layanan terpadu/terintegrasi yaitu pada aplikasi SP4N-LAPOR! melalui https://mk.lapor.go.id/ | SC SP4N-LAPOR! melalui laman MK | ||||||
| f. | Terdapat inovasi pelayanan | A/B/C/D/E | A | 1 | Telah terdapat inovasi kemudahan pelayanan melalui scan QR Code | Pelayanan melalui scan QR Code | ||||||
| iii. | Pengelolaan Pengaduan | 1 | ||||||||||
| a. | Terdapat media pengaduan dan konsultasi pelayanan yang terintegrasi dengan SP4N-Lapor! | A/B/C/D/E | A | 1 | Telah terdapat sarana layanan terpadu/terintegrasi yaitu pada aplikasi SP4N-LAPOR! melalui https://mk.lapor.go.id/ | Layanan SP4N-LAPOR! melalui laman MK | ||||||
| b. | Terdapat unit yang mengelola pengaduan dan konsultasi pelayanan | A/B/C | A | 1 | Telah terdapat unit yang mengelola pengaduan dan konsultasi pelayanan | SK SP4N-LAPOR! | ||||||
| c. | Telah dilakukan evaluasi atas penanganan keluhan/masukan dan konsultasi | A/B/C | A | 1 | Telah dilakukan evaluasi atas penanganan keluhan/masukan dan konsultasi secara triwulan | Laporan hasil monev SP4N-LAPOR! | ||||||
| iv. | Penilaian kepuasan terhadap pelayanan | 1 | ||||||||||
| a. | Telah dilakukan survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan | A/B/C/D/E | A | 1 | Telah dilakukan survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan | Laporan Akhir Survei Kepuasan Masyarakat Mahkamah Konstitusi | ||||||
| b. | Hasil survei kepuasan masyarakat dapat diakses secara terbuka | A/B/C | A | 1 | Hasil survei kepuasan masyarakat dapat diakses secara terbuka di laman MK | SC SKM di laman MK | ||||||
| c. | Dilakukan tindak lanjut atas hasil survei kepuasan masyarakat | A/B/C/D | A | 1 | Telah dilakukan tindak lanjut atas hasil survei kepuasan masyarakat | Hasil Survei Kepuasan Masyarakat MK | ||||||
| v. | Pemanfaatan Teknologi Informasi | 1 | ||||||||||
| a. | Telah menerapkan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan | A/B/C/D | A | 1 | Telah menerapkan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan melalui: a. Website Resmi: melalui situs iOS "SP4N Lapor"; c. SMS: Mengirim pesan ke nomor 1708; d. Media Sosial: Twitter/X di @lapor1708; dan e. Kunjungan Langsung secara offline. | Laporan hasil monev SP4N-LAPOR! | ||||||
| b. | Telah membangun database pelayanan yang terintegrasi | Y/T | Ya | 1 | Telah terdapat sarana layanan terpadu/terintegrasi yaitu pada aplikasi SP4N-LAPOR! melalui https://mk.lapor.go.id/ | SC SP4N-LAPOR! di laman MK | ||||||
| c. | Telah dilakukan perbaikan secara terus menerus | A/B/C | A | 1 | Telah dilakukan perbaikan sistem pelaporan triwulan | Laporan hasil monev SP4N-LAPOR! | ||||||
| II. | REFORM | |||||||||||
| 1. | MANAJEMEN PERUBAHAN | 4 | ||||||||||
| i. | Komitmen dalam perubahan | 2 | ||||||||||
| a. | Agen perubahan telah membuat perubahan yang konkret di Instansi (dalam 1 tahun) | 0-100% | 8% | 0.08 | Agen perubahan telah membuat perubahan | Rencana Perubahan | ||||||
|
Jumlah | 2 | SK Agen Perubahan Tahun 2026 | SK | ||||||||
|
Jumlah | 8 | Agen perubahan membuat rencana kerja sebanyak 8 kegiatan untuk tahun 2026 | Rencana perubahan | ||||||||
| b. | Perubahan yang dibuat Agen Perubahan telah terintegrasi dalam sistem manajemen | 0-100% | 8% | 0.08 | Perubahan yang dibuat Agen Perubahan telah sesuai dengan PKPT tahun 2026 | Rencana Agen Perubahan | ||||||
|
Jumlah | 8 | Jumlah Perubahan yang dibuat adalah 8 kegiatan | Rencana Kerja Agen Perubahan | ||||||||
|
Jumlah | 8 | Jumlah Perubahan yang telah diintegrasikan dalam sistem manajemen sebanyak 8 kegiatan | Rencana kerja agen perubahan | ||||||||
| ii. | Komitmen Pimpinan | 1 | ||||||||||
| a. | Pimpinan memiliki komitmen terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi, dengan adanya target capaian reformasi yang jelas di dokumen perencanaan | A/B/C/D/E | A | 1 | Dalam Indikator Kinerja Unit Kerja telah ditetapkan salah satu sasaran unit kerja dan/atau Pimpinan berupa "Meningkatnya kualitas pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada Inspektora" | SK Sekjen 4.5 Tahun 2025 | ||||||
| iii. | Membangun Budaya Kerja | 1 | ||||||||||
| a. | Instansi membangun budaya kerja positif dan menerapkan nilai-nilai organisasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari | A/B/C/D | A | 1 | Inspektorat telah rutin melaksanakan kegiatan dialog kinerja secara informal yang ditujukan untuk membangun budaya kerja yang lebih terbuka | Lap. Dialog Kinerja | ||||||
| 2. | PENATAAN TATALAKSANA | 3.5 | ||||||||||
| i. | Peta Proses Bisnis Mempengaruhi Penyederhanaan Jabatan | 0.5 | ||||||||||
| a. | Telah disusun peta proses bisnis dengan adanya penyederhanaan jabatan | A/B/C/D | A | 1 | Telah disusun PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 32 TAHUN 2022 TENTANG PETA PROSES BISNIS KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI yang berisi penyederhanaan struktur jabatan dan alur kerja untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan keselarasan dengan tujuan strategis organisasi | Persekjen 32 Tahun 2022 Tentang Peta Proses Bisnis | ||||||
| ii. | Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang Terintegrasi | 1 | ||||||||||
| a. | Implementasi SPBE telah terintegrasi dan mampu mendorong pelaksanaan pelayanan publik yang lebih cepat dan efisien | A/B/C | A | 1 | Unit Kerja telah berhasil mengimplementasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara terintegrasi, yang secara signifikan mendorong percepatan dan efisiensi pelayanan publik melalui otomatisasi proses, interoperabilitas sistem, dan penyediaan layanan digital yang terpadu | Contoh Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Inspektorat | ||||||
| b. | Implementasi SPBE telah terintegrasi dan mampu mendorong pelaksanaan pelayanan internal organisasi yang lebih cepat dan efisien | A/B/C | A | 1 | Inspektorat dalam melakukan pengawasan sangat bergantung terhadap berbagai aplikasi yang terintegrasi sebagai bagian dari Implementasi SPBE sehingga mampu mempercepat alur kerja, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mengoptimalkan kolaborasi antarsektor melalui digitalisasi dokumen, otomatisasi persetujuan, dan sistem pelaporan | Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Inspektorat | ||||||
| iii. | Transformasi Digital Memberikan Nilai Manfaat | 2 | ||||||||||
| a. | Transformasi digital pada bidang proses bisnis utama telah mampu memberikan nilai manfaat bagi unit kerja secara optimal | A/B/C/D/E | A | 1 | Transformasi digital pada proses bisnis utama Inspektorat telah meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, dan kolaborasi antar unit kerja dan antar tim, memberikan nilai optimal bagi seluruh unit kerja | Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Inspektorat | ||||||
| b. | Transformasi digital pada bidang administrasi pemerintahan telah mampu memberikan nilai manfaat bagi unit kerja secara optimal | A/B/C/D/E | A | 1 | Transformasi digital di bidang administrasi pemerintahan telah meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi proses kerja, memberikan nilai optimal bagi kinerja khususnya pada unit kerja Inspektorat | Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Inspektorat | ||||||
| c. | Transformasi digital pada bidang pelayanan publik telah mampu memberikan nilai manfaat bagi unit kerja secara optimal | A/B/C/D/E | A | 1 | Transformasi digital pengawasan di Inspektorat telah menghadirkan efisiensi proses, peningkatan akurasi data, dan pengalaman pengguna yang lebih baik, sehingga memberikan nilai optimal bagi kinerja lembaga dan unit kerja | Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Inspektorat | ||||||
| 3. | PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR | 5 | ||||||||||
| i. | Kinerja Individu | 1.5 | ||||||||||
| a. | Ukuran kinerja individu telah berorientasi hasil (outcome) sesuai pada levelnya | A/B/C | A | 1 | Inspektorat telah menerapkan pengukuran kinerja individu telah berorientasi hasil (outcome) sesuai pada levelnya jabatannya. Hal ini tergambar pada 1. Laporan LAKIP 2. Laporan Pengukuran Kinerja Inspektorat Januari - Februari 2026 | 1. LAKIP Inspektorat 2025 2. Laporan Pengukuran Kinerja Inspektorat Januari - Februari 2026 |
||||||
| ii. | Assessment Pegawai | 1.5 | ||||||||||
| a. | Hasil assement telah dijadikan pertimbangan untuk mutasi dan pengembangan karir pegawai | A/B/C | A | 1 | Hasil assessment kinerja dan kompetensi pegawai (melalui Manajemen Talenta), telah menjadi dasar pertimbangan utama dalam proses pengembangan karir Auditor dan Pegawai di Inspektorat | 1. ST Penugasan Edwin Rivano 2. SK Auditor Madya Dian Dwi Hapsoro 3. Sertifikat Sertifikasi Auditor Ahli Madya 4. Sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Auditor Ahli Madya |
||||||
| iii. | Pelanggaran Disiplin Pegawai | 2 | ||||||||||
| a. | Penurunan pelanggaran disiplin pegawai | 0-100% | 100% | 1.00 | 2025 : 0 orang 2026 : 0 orang | Rekap Disiplin Tahun 2025 |
||||||
|
Jumlah | tidak terdapat pelanggaran disiplin pegawai di Inspektorat pada tahun 2025 | ||||||||||
|
Jumlah | tidak terdapat pelanggaran disiplin pegawai di Inspektorat pada tahun 2026 | ||||||||||
|
Jumlah | tidak terdapat pelanggaran disiplin pegawai di Inspektorat pada tahun 2025 dan 2026 | ||||||||||
| 4. | PENGUATAN AKUNTABILITAS | 5 | ||||||||||
| i. | Meningkatnya capaian kinerja unit kerja | 2 | ||||||||||
| a. | Persentase Sasaran dengan capaian 100% atau lebih | 0-100% | 105.74% | 1.06 | Hasil pengukuran kinerja di atas dilakukan terhadap 3 (tiga) sasaran kegiatan dengan menggunakan 15 (lima belas) indikator kinerja yang ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Inspektur Tahun 2025. Rata-rata capaian indikator kinerja inspektorat pada tahun 2025 adalah 105,74% | Lakip Inspektorat TA 2025 | ||||||
|
Jumlah | 3 | Tahun 2025, Inspektorat memili 3 (tiga) sasaran kegiatan utama, yaitu 1. Meningkatnya Kualitas Pengawasan Internal dan Manajemen Risiko, 2. Terwujudnya budaya Anti Korupsi dan bebas pungli, 3. Meningkatnya kualitas pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada Inspektorat | Lakip Inspektorat TA 2025 | ||||||||
|
Jumlah | 12 | Sebanyak 12 indikator kinerja inspektorat pada tahun 2025 yang mencapai 100% atau lebih | LAKIP Inspektorat | ||||||||
| ii. | Pemberian Reward and Punishment | 1.5 | ||||||||||
| a. | Hasil Capaian/Monitoring Perjanjian Kinerja telah dijadikan dasar sebagai pemberian reward and punishment bagi organisasi | A/B/C/D | A | 1 | Hasil Capaian/Monitoring Perjanjian Kinerja telah dijadikan dasar sebagai pemberian reward and punishment bagi pegawai | Laporan Pengukuran Kinerja Individu Lampiran Pengukuran Kinerja Individu |
||||||
| iii. | Kerangka Logis Kinerja | 1.5 | ||||||||||
| a. | Apakah terdapat penjenjangan kinerja ((Kerangka Logis Kinerja) yang mengacu pada kinerja utama organisasi dan dijadikan dalam penentuan kinerja seluruh pegawai? | A/B/C/D | A | 1 | Inspektorat telah menetapkan penjenjangan kinerja ((Kerangka Logis Kinerja) yang mengacu pada kinerja utama organisasi dan dijadikan dalam penentuan kinerja seluruh pegawai secara hierarki dan terukur | Pohon Kinerja Inspektorat | ||||||
| 5. | PENGUATAN PENGAWASAN | 7.5 | ||||||||||
| i. | Mekanisme Pengendalian | 0 | ||||||||||
| a. | Telah dilakukan mekanisme pengendalian aktivitas secara berjenjang | A/B/C/D/E | A | 1 | Mekanisme pengendalian aktivitas secara berjenjang telah diatur dalam Audit Charter, Kebijakan Pengawasan serta Program Kerja Pengawasan Tahunan | Piagam Pengawasan Intern 2025 + cover Jakwas dan PKPT TA 2025 |
||||||
| ii. | Penanganan Pengaduan Masyarakat | 3 | ||||||||||
| a. | Persentase penanganan pengaduan masyarakat | 0-100% | 100% | 1.00 | Pengaduan masyarakat yang memenuhi kriteria pengaduan telah di tindaklanjuti | Lap monev dumas Sms I 2025 Lap monev dumas Sms II 2025 |
||||||
|
Jumlah | 15 | Jumlah pengaduan masyarakat yang harus ditindaklanjuti adalah sebanyak 15 laporan | Laporan Hasil Penanganan Pengaduan Masyarakat Periode Semester II Tahun 2025 | ||||||||
|
Jumlah | Jumlah pengaduan masyarakat yang sedang diproses adalah nihil | Laporan Hasil Penanganan Pengaduan Masyarakat Periode Semester II Tahun 2025 | |||||||||
|
Jumlah | 15 | Jumlah pengaduan masyarakat yang selesai ditindaklanjuti adalah sebanyak 15 laporan | Laporan Hasil Penanganan Pengaduan Masyarakat Periode Semester II Tahun 2025 | ||||||||
| iii. | Penyampaian Laporan Harta Kekayaan | 2 | ||||||||||
| i. | Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) | 1 | ||||||||||
| - | Persentase penyampaian LHKPN | 0-100% | 100% | 1.00 | Persentase penyampaian LHKPN di Mahkamah Konstitusi adalah 100% | Laporan LHKPN tahun 2025 | ||||||
| - | Jumlah yang harus melaporkan | Jumlah | 301 | 301.00 | Jumlah yang harus melaporkan LHKPN di MK adalah 301 | Laporan LHKPN tahun 2025 | ||||||
|
Jumlah | |||||||||||
|
Jumlah | 301 | Jumlah yang diwajibkan menyampaikan LHKPN adalah 301 | Laporan LHKPN tahun 2025 | ||||||||
|
Jumlah | |||||||||||
| - | Jumlah yang sudah melaporkan | Jumlah | 301 | 301.00 | Jumlah yang melaporkan LHKPN tahun 2025 adalah sebanyak 301 | Laporan LHKPN tahun 2025 | ||||||
| i. | Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Non LHKPN (Tidak Wajib LHKPN) | 1 | ||||||||||
| - | Persentase penyampaian Non LHKPN | 0-100% | 100% | 1.00 | Persentase penyampaian LHKPN 100% | LHKPN 2025 | ||||||
| - | Jumlah yang harus melaporkan (tidak wajib LHKPN) | Jumlah | 301 | 301.00 | Semua pegawai wajib lapor LHKPN | Laporan LHKPN 2025 | ||||||
|
Jumlah | 16 | Eselon III sejumlah 16 telah lapor LHKPN | Laporan LHKPN | ||||||||
|
Jumlah | 32 | sebanyak 32 orang Eselon IV telah melaporkan LHKPN | Laporan LHKPN | ||||||||
|
Jumlah | |||||||||||
| - | Jumlah yang sudah melaporkan | Jumlah | 301 | 301.00 | Jumlah yang sudah melaporkan LHKPN 2025 | Laporan LHKPN | ||||||
| 6. | PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK | 5 | ||||||||||
| i. | Upaya dan/atau Inovasi Pelayanan Publik | 2.5 | ||||||||||
| a. | Upaya dan/atau inovasi telah mendorong perbaikan pelayanan publik pada: 1. Kesesuaian Persyaratan 2. Kemudahan Sistem, Mekanisme, dan Prosedur 3. Kecepatan Waktu Penyelesaian 4. Kejelasan Biaya/Tarif, Gratis 5. Kualitas Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan 6. Kompetensi Pelaksana/Web 7. Perilaku Pelaksana/Web 8. Kualitas Sarana dan prasarana 9. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan |
A/B/C/D | A | 1 | Telah dilakukan upaya medorong perbaikan pelayanan publik sebagaimana dalam draft perbaikan standar pelayanan publik | ND Perbaikan standar pelayanan publik | ||||||
| b. | Upaya dan/atau inovasi pada perijinan/pelayanan telah dipermudah: 1. Waktu lebih cepat 2. Pelayanan Publik yang terpadu 3. Alur lebih pendek/singkat 4 Terintegrasi dengan aplikasi |
0-100% | 100% | 1.00 | Telah dilakukan upaya dan/atau inovasi pada perijinan/pelayanan melalui kemudahan pelayanan melalui QR Code | QR Code pelayanan | ||||||
|
Jumlah | 2 | SP4N-LAPOR! dan Whistleblowing System | SC SP4N-LAPOR! dan WBS | ||||||||
|
Jumlah | 2 | Telah dipermudah pelayanan pengaduan melalui QR Code atas pelayanan SP4N-LAPOR! dan WBS | QR Code SP4N-LAPOR! dan WBS | ||||||||
| ii. | Penanganan Pengaduan Pelayanan dan Konsultasi | 2.5 | ||||||||||
| a. | Penanganan pengaduan pelayanan dilakukan melalui berbagai kanal/media secara responsive dan bertanggung jawab | A/B/C/D | A | 1 | Penanganan pengaduan pelayanan dilakukan secara responsive dan bertanggung jawab melalui SP4N-LAPOR! dan WBS | SP4N-LAPOR! dan WBS di laman MK | ||||||
| B | HASIL | |||||||||||
| I. | BIROKRASI YANG BERSIH DAN AKUNTABEL | |||||||||||
| a. | Nilai Survey Persepsi Korupsi (Survei Eksternal) | 17.5 | 0-4 | 88.1 | 88.1 | Hasil Survei Persepsi Korupsi (SPAK) Inspektorat mendapatkan nilai Indeks Persepsi Anti Korupsi sebesar 88.8 atau 3.552 | Lap. SPKP dan SPAK Inspektorat Tahun 2026 | |||||
| b. | Capaian Kinerja Lebih Baik dari pada Capaian Kinerja Sebelumnya | 5 | 0-100% | 100% | 1.00 | Inspektorat telah menyelesaikan target kinerja tahun 2025 dengan lebih baik dari target kinerja tahun sebelumnya dengan mengacu pada perjanjian kinerja (PK) Inspektorat dan dituangkan kedalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Inspektorat | Lakip Inspektorat | |||||
| II. | PELAYANAN PUBLIK YANG PRIMA | |||||||||||
| a. | Nilai Persepsi Kualitas Pelayanan (Survei Eksternal) | 17.5 | 0-4 | 84.63 | 84.63 | Hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) Inspektorat mendapatkan nilai Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan sebesar 84.634 atau 3.385 | Lap. SPKP dan SPAK Inspektorat Tahun 2026 | |||||